Welcome...

Welcome...

Dampak Buruk Terlalu Sering Menyantap Junk Food bagi Anak

Dampak Buruk Terlalu Sering Menyantap Junk Food bagi Anak - Terlalu sering menyantap makanan cepat saji atau junk food tidak saja akan menggangu kesehatan Anak melainkan juga bisa menyebabkan prestasi anak di sekolah jadi menurun. Sebuah penelitian pun dilakukan untuk membuktikannya.


Penelitian yang berlangsung di Amerika Serikat ini dilakukan dengan cara menyurvei sekitar 3.000 peserta didik dan siswi sekolah dasar. dilansir dari Telegraph, penelitian itu menunjukan bahwa adanya jalinan pola makan yang tak sehat bersama menurunnya kekuatan akademik peserta didik & siswi tersebut.

Dampak buruk terlalu sering menyantap junk food bagi anak.
Penelitian pertama dilakukan pada anak yang makan di restoran siap saji tiga kali seminggu. Diwaktu diteliti lebih jauh, kapabilitas membaca & matematika mereka rata rata  141.5 poin.

Sedangkan penelitian pada para peserta didik yang makan di restoran siap saji empat hingga lima kali, mendapat nilah lebih rendah 7 poin.Yang paling mencengangkan, anak yang menyantap makanan langsung saji satu kali sehari dapat mengalami kemerosotan nilai sampai 16 poin & yang tiga kali sehari sejumlah 19 poin. Baca Juga: Makanan yang Penting bagi Perkembangan Otak Anak

Para ahli menemukan bahwa makanan-makanan ada di restoran siap saji, bila dimakan dalam jumlah yang tidak sedikit bakal memunculkan ganjalan kognitif terhadap anak. Ganjalan itulah yang seterusnya mempengaruhi kemampuan anak dalam menyerap ilmu di sekolah

Ketahuilah Faktor Penyebab Anak Suka Berbohong

Ketahuilah faktor penyebab anak suka berbohong - Jika kita amati beberapa anak berumur pra sekolah tak gampang mengakui hal-hal yang jelas-jelas sudah dilakukannya, meskipun dengan alasan dan maksud tujuan tertentu.


Berikut beberapa faktor penyebab anak suka berbohong :

1. Imajinasi aktif
Di umur ini anak-anak sangat kaya akan fantasi/imajinasi. Kreativitas mereka memuncak & mereka berpikir, apa yang ia pikir di dalam alam pikirannya memang benar-benar betul. Lagipula, menurut mereka, tiap-tiap orang berpergian ke bulan akan menggunakan roket raksasa.

2. Angan-angan atau harapan
Diwaktu anak  berumur pra sekolah bersikeras menyampaikan ia tak memecahkan vas bunga ibunya yang mahal, sebenarnya bukan tujuan ia buat menghindari kenyataan. Maksudnya, ia berharap kejadian itu tidak terjadi dan mengecewakan orang lain lantaran itu ia meyakinkan ibunya, bahwa kejadian itu tidak ada sangkut paut dengan dirinya.

3. Lupa atau tak sengaja
Anak-anak di umur pra sekolah mempunyai daya ingat yang pendek. Maka dari itu, ketika si anak ditanya mengapa dirinya bertengkar? Ia pun berusaha untuk tidak berbohong, dengan cara memberikan jawaban seperti; tidak, saya tidak bertengkar! saya hanya berusaha merebut mainan saya yang telah diambilnya!

4. Tidak mau dicela
Anak suka berbohong akan sangat menghindari cercaan atau luapan emosi orangtua, oleh karena itu tidak jarang mereka akan memilih untuk berbohong sekaligus ia tidak ingin mengecewakan orangtua dengan kelakuannya yang buruk.

5. Mau dikagumi
Terkadang anak ingin dianggap hebat oleh orang sekitarnya. di kala ia menceritakan kepada orang tua nya bahwa ia berenang di kolam renang khusus orang dewasa, sebetulnya ia amat mau dipuji & dikagumi akan kehebatannya. Penyebab kebohongan satu ini pun kadang dilakukan tanpa disadarinya.

6. Ingin diperhatikan
dengan imajinasi yang tinggi, sebagian anak akan berusaha mengarang cerita sebagai jurus jitunya dalam rangka mencari perhatian orangtuanya. Tanpa memikirkan sisi negatif dari kebiasaannya tersebut. Kebiasaan ini pun akan terus berlanjut jika si anak mendapatkan perhatian dengan cara jitunya.  Baca Juga: Cara Mengatasi Ketakutan Anak pada Hari Pertama Sekolah

7. Menguji peraturan
Pada saat jam tidur siang, si anak sedang menonton tv, padahal dia tahu di jam-jam tersebut ia tidak diperbolehkan untuk menonton tv. Kemudian ketika ia diingatkan ibunya akan peraturan jam tidur siang, si anak pun akan merengek dengan jawaban: sepanjang hari ini saya belum menonton tv, padahal ibu tahu ia sedang berbohong. Hal demikian adalah wajar dimana anak terkadang merasa terkungkung dengan peraturan-peraturan didalam keluarganya.

Faktor anak suka berbohong.
Kebiasaan anak suka berbohong memang tidak lah baik, apalagi kebiasaan itu akan terus berlanjut jika si anak berpendapat kebohongan akan menyelesaikan masalahnya. Nasehatilah anak berbohong kecil atau besar itu adalah sebuah dosa, karena lebih baik jujur diawal walau memang akan membuat kita merasa malu dan bersalah dibandingkan dengan melakukan kebohongan yang akan merusak kepribadiannya.

Cara Mengatasi Ketakutan Anak pada Hari Pertama Sekolah

Cara mengatasi ketakutan anak pada hari pertama sekolah - Tidak terasa si kecil telah tumbuh besar & siap untuk mempelajari hal-hal baru di sekolah demi musim depannya. Padahal rasanya baru kemarin si kecil belajar berjalan & bicara. Sikap anak menyongsong hari pertamanya di sekolah memang bervariasi. Ada yang semangat & ceria, tetapi ada pula yang cemas, rewel, enggan atau malu. Sikap ketakutan anak pada hari pertama sekolah benar benar wajar, terutama dikarenakan mereka dihadapkan di dunia baru yang masihlah asing bagi mereka.


Disinilah manfaat dari peranan orangtua. Charles E. Schaefer, Ph.D. dari Pusat Layanan Psikologi Farleigh Dickinson University, memberikan sekian banyak panduan untuk menopang bunda menyemangati si buah hati dalam melawan rasa khawatir & cemasnya, seperti dilansir dari mykidsbookbee.

Cara mengatasi ketakutan anak pada hari pertama sekolah:
1. Berilah penjelasan mengenai sekolahnya.
Sekian banyak anak tidak jarang merasa cemas & takut berlebihan menjelang hari pertamanya masuk sekolah. Sebenarnya mereka cuma perlu penjelasan & pengertian. Ceritakanlah hal-hal yang dapat dirinya temui di sekolah. Katakan padanya bahwa mempelajari itu menyenangkan, gurunya baik, ruang kelasnya nyaman, & akan ada teman-teman baru yang ia akan jumpai.

2. Ceritakanlah aktivitas asik di sekolah.
Sekolah baru sama artinya sebuah planet asing bagi anak-anak. Mereka cuma belum mencobanya, ceritakan secara spesifik betapa serunya aktivitas di sekolah. Usahakan ungkapkan kalimat semenarik tentang aktivitas yang akan dijalaninya, jangan sampai mengatakan kalimat umum seperti "Kamu bakal menggali ilmu & banyak bermain di sekolah".

3. Janganlah katakan waktu padanya
Anak-anak belum mampu mengerti pentingnya belajar di sekolah, yang mereka inginkan hanyalah main-main. Saat sejak mulai masuk kelas, mereka juga menanyakan kapan dijemput atau kapan jam sekolah selesai. Baca Juga: Tips Memilih Busana Muslim untuk Anak Tercinta

Buat menjawabnya, sebaiknya hindari mengemukakan berapa lama proses belajarnya berlangsung, seperti "Ibu dapat menjemputmu 3 jam lagi", atau bahkan "Kamu dapat berada di sini sebentar saja".

Akan lebih baik jika kamu mengatakan hal yang sebenarnya tanpa menyatakan berapa lama waktunya di kelas, seperti "Kamu akan melakukan hal-hal seru dengan teman-temanmu sampai nanti tak terasa ibu datang menjemputmu".

4. Informasikan keberadaan kamu
dikala memasuki kelas & berpisah dengan orangtua merupakan saat- saat yang susah bagi anak-anak. Mereka tidak jarang cemas & membayangkan keadaanya dalam bahaya sebab ayah-ibunya tiada didekatnya.

Beberapa anak yang lain justru mencemaskan keselamatan orangtuanya. Maka itu orang tua harus menjelaskan keberadaan dirinya seusai mengantar anak ke sekolah. Beri ia berita yang detil seperti, "Ayah bakal bertolak ke kantor sesudah mengantarkanmu ke sekolah" atau "Ibu bakal berangkat ke pasar buat belanja".

5. Memberi dorongan positif
Anak-anak yang ketakutan pada hari pertama sekolah akan mengekspresikan perasaan mereka dengan beraneka ragam tingkah laku, seperti mengisap jempol, merengek-rengek, cemberut, ngompol, beram, dan tidak jarang, anak bisa saja menarik diri dari lingkungan.

Menanggapi keadaan(ketakutan pada hari pertama sekolah) seperti itu, sebaiknya orangtua harus meredam emosinya. Janganlah menyampaikan kalimat seperti, "kamu jangan mengompol lagi, teman dan gurumu tentu tak akan suka dengan kebiasanmu itu".

Sebaliknya yang dirinya perlukan hanyalah dorongan positif & kata-kata yg menenteramkan, seperti "Ibu tahu kamu tak akan mengisap jempolmu lagi, kamu kan sudah tumbuh besar." Oke nak.

Tips Memilih Busana Muslim untuk Anak Tercinta

Tips memilih busana muslim untuk anak tercinta - Membelikan si buah hati busana muslim dapat mendorong mereka untuk rajin mengaji & beribadah. Tapi kadang bunda bingung dalam menentukan busana muslim buat sikecil, dikarenakan wujud & ukuran masing-masing anak itu unik & tidak serupa satu sama yang lain. Perkembangan pakaian muslim anak sekarang ini amat berkembang pesat. Memang terbukti dengan semakin maraknya baju-baju muslim anak yang elegan & manis dengan bermacam-macam model, tentu saja ini akan membuat bunda tambah bingung. Nah, agar bunda tidak bingung lagi  memilih busana muslim untuk anak tercinta, silahkan simak tips dibawah ini!


1. Ukuran
Supaya tak membatasi ruangan gerak si mungil, bunda mesti bijak dalam menentukan ukuran bajunya. Ada baiknya pilihlah pakaian yang tak terlalu ketat, dalam artian pakaian yang tak sempit & juga sedikit longgar. Tetapi jangan sampai pakaian itu berukuran jauh lebih besar daripada tubuh si mungil.

2. Cocok dengan Kemauan Anak
Cari tahu mengenai minat anak. contohnya dari warna atau motif yang ia sukai. Memakai pakaian(warna & motif) yang disukai terbukti dapat menciptakan anak lebih PD (percaya diri). Seandainya susah mengetahui minat mereka, pilihlah pakaian polos atau pakaian yang bermotif warna-warni. Ajaklah anak berbelanja pakaian mereka & tanyakan pernyataan mereka. Janganlah memaksakan kehendak apabila tidak cocok dengan pernyataan mereka.

3. Bahan
Pastikan pakaian anak terbuat dari serat kain alami, seperti katun, sebab bahan alami ini mempunyai kapabilitas menyerap keringat yang tambah baik dibandingkan bahan sintetis. Bunda mesti menentukan bila pakaian yang dipilih dapat menciptakan anak merasa nyaman, aktif bergerak, & paling mutlak tak memunculkan iritasi di kulit sikecil. Bunda pun mesti menyesuaikan pakaian dengan cuaca. Di kala masa panas pakai pakaian yang mana bahannya gampang menyerap keringat seperti katun, sedangkan ketika masa hujan pakai bahan yang hangat seperti wol.

4. Warna & Motif
Anak-anak senang warna cerah, sehingga pilihlah busana muslim yang berwarna jelas tetapi tak terlampau mencolok. Sementara motifnya, pilihlah motif-motif bersifat enerjik seperti motif pattern (floral, animal, & sebagainya), atau bunda juga dapat memilih pakaian bermotif gambar kartun/animasi kesukaan si mungil.

5. Model
Model pakaian muslim mestinya disesuaikan bersama umur si anak. Model pakaian muslim balita, lebih sederhana & tak banyak accessories yang melekat. Sedangkan untuk anak lebih besar pastinya dipilihkan pakaian muslim yang modis & bergaya trendi. Bunda pun boleh mencoba model-model pakaian yang sedang tren disaat ini. Janganlah membuat si mungil tampak jauh lebih tua dari umur sekarang karena model baju yang dipilih cenderung dipakai orang dewasa. Tentu sesekali bolehlah memilih model baju bersifat dewasa, asal tetap mencerminkan sifat anak kecil yang polos & ceria. Baca juga: 7 Gaya Hidup Sehat Anak yang Patut di Tiru

6. Accessories
Pilihlah pakaian muslim yang mempunyai accessories simple, hindari memanfaatkan pakaian muslim mutakhir dengan accessories berlebihan, karena hal demikian dapat mengganggu kenyamanan sikecil. disamping itu accessories yang berlebihan memicu bahaya bagi sikecil , terutama anak di bawah umur 3 tahun, dan mungkin saja accessories seperti manik – manik tersebut lepas & termakan olehnya.

7. Tepat syar’i
Tepat syar’i berarti mesti menutup aurat & tak boleh memperlihatkan bentuk lekuk badan. Tak boleh ketat atau berbahan terlampaui tipis maka terkesan transparan. Kalau tak memenuhi kriteria ini sesungguhnya busana yang dimanfaatkan tak dapat digolongkan sebagai busana muslim. Ajarkanlah anak sejak dini bahwa busana yang baik yaitu busana yang bersumber dari tuntunan Islam. Tidak cuma membimbing mereka, sebagai orang tua wajib memberikan sample yang baik terhadap anak.

Faktor terpenting dalam memilih busana muslim untuk anak, bunda harus ingat mengutamakan kenyamanan si kecil dikala memanfaatkan busana yang bunda tentukan. Janganlah hingga pakaian tersebut dipakai sekali saja, sebab sikecil merasa tak nyaman memakain pakaian tersebut.

Gejala dan Cara Mencegah Cacingan pada Anak

Gejala dan cara mencegah cacingan pada anak - Penyakit cacingan ialah penyakit yang sering  di derita oleh bayi & anak, terkadang ada beberapa orangtua yang tak tau gejala-gejala cacingan pada si anak, orangtua cuma tau kalau perut anak buncit berarti anak itu menderita cacingan, namun tak seluruh anak yang memiliki perut buncit itu menderita cacingan. Oke langsung aja kita bahas gejala dan cara mencegah cacingan pada anak.

Berikut gejala anak cacingan :

1. Anak nampak Lemah, letih & lesu.
2. Berkurangnya nafsu makan pada anak.
3. Tangan & kaki nampak kurus & perut terlihat buncit.
4. Perut terasa sakit & bahkan mengalami diare.
5. Perut kembung & merasa mual bahkan hingga muntah.
6. Rasa gatal di daerah dubur, terutama ketika tengah malam hari

Melakukan pencegahan lebih baik dari pada mengobati. Kebanyakan jikalau anak mengalami cacingan, ibu akan segera memberikan obat cacing pada anak. Factor ini pun baik, & lebih baik lagi apabila ibu mencegahnya dahulu, dan ada beberapa tips dalam mencegah penyakit cacingan anak.

Berikut tips dalam mencegah penyakit cacingan pada anak :

1. Menjaga kebersihan anak & lingkungan sekelilingnya, terutama kamar mandi.
2. Biasakanlah anak buat mencuci tangan sebelum & setelah makan atau main-main.
3. Membersihkan kuku anak kamu dengan cara teratur.
4. Tak membiasakan anak menggaruk tubuh disaat keadaan tangan kumuh, terutama    di area anus.
5. Menjaga kebersihan makanan saat kamu memberi makan kepada anak.

Itulah beberapa gejala dan cara mencegah cacingan pada anak. Semoga tips diatas dapat membantu bunda dalam menangani anak yang cacingan. Selamat mencoba^^

Cara Merawat Mulut dan Gigi Anak Umur 7-12 Bulan


Cara merawat mulut dan gigi anak umur 7 sampai 12 bulan - Kesehatan mulut & gigi si mungil ialah factor yang amat sangat mutlak. Terkadang ibu tak selalu memperhatikan kesehatan mulut & gigi si mungil, padahal mulut & gigi si mungil yang tak sehat dapat memicu beragam penyakit & menciptakan si mungil tak nyaman. Tidak Sedikit dari kita sudah tahu cara merawat & menjaga kesehatan mulut & gigi nya, namun kiat merawatnya mesti tepat dengan umur si mungil, lantaran perawatan mulut & gigi si mungil tak seluruhnya sama. Berikut sekian cara merawat mulut dan gigi anak umur 7-12 bulan :
  • Tanyakan lah kepada dokter anak atau dokter gigi, apakah si mungil cukup mendapat fluor.
  • Ingatlah untuk membersihkan mulut sikecil dengan menggunakan kain lembab, sehabis menyusui.
  • Janganlah biarkan sikecil bobo bersama botol susunya kecuali air putih.
  • Berilah air putih kalau sikecil mau minum di luar jadwal minum susu.
  • Ketika gigi sudah mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan memanfaatkan kain lembab. Bersihkan  tiap-tiap permukaan gigi & batas antara gigi bersama gusi dengan cara seksama, sebab makanan amat sering tertinggal di permukaan itu.
  • Waktu gigi geraham sikecil sudah mulai tumbuh, pakailah sikat gigi yang mungil dengan permukaan lembut & dari bahan nilon.
  • Jangan sampai pakai pasta gigi & ingat selalu untuk membasahi sikat gigi menggunakan air.
  • Periksakan gigi si mungil ke dokter gigi, sesudah 6 bulan sejak gigi mula-mula tumbuh, atau ketika umur si mungil sudah setahun.
Mudah-mudahan kabar cara merawat mulut dan gigi anak umur 7-12 bulan mampu memberikan manfaat bagi bunda. Tetaplah menjaga dan mengingatkan si mungil untuk rajin sikat gigi, baik pagi, sore, dan juga sebelum tidur malam.^^

Di Usia Berapa Bayi Dapat Mengunyah?

Usia berapa bayi dapat mengunyah - Memperkenalkan makanan padat pada bayi bukanlah sekedar argument, tetapi mutlak dilakukan untuk memaksimalkan perkembangan motorik oralnya. Selanjutnya perkembangan motorik oral akan dibutuhkan untuk melafalkan kata-kata dengan baik & benar.

Terlambat memperkenalkan makanan dengan tekstur yang lain dari biasanya akan membuat bayi enggan mencoba rasa & tekstur yang berbeda, demikian pula keterlambatan dalam melatih mengunyah & perkembangan otot oral akan sanggup menyebabkan masalah terhadap pengucapan kata-kata pada suatu hari nanti. Cherie Lyden, nutrisionis dari Essential Baby membagi wawasan berkaitan dengan usia berapa bayi dapat mengunyah :

Baru lahir
Disaat usia ini, bayi yang baru lahir hanya mampu mengisap & menelan. System pencernaannya belum sepenuhnya berkembang, karenanya itu dibutuhkan lah ASI atau susu formula yang merupakan makanan utamanya. Pergerakan rahang kala menyusu ASI dapat melatih bayi belajar mengunyah.

3 bln
Di umur ini, bayi telah mempunyai kontrol kepala  yang lebih baik dari sebelumnya, dan sanggup meletakkan jari mereka ke dalam mulut, & mempunyai pergerakan mulut juga bibir yang tambah baik. System pencernaan mereka masih lah belum matang jika diberikan asupan apapun kecuali air susu ibu(ASI) sebagai sumber mutlak makanannya.

4-6 bln
Pergerakan rahang & bibir bayi telah lumayan baik, kapabilitas menggerakkan lidah naik-turun buat memudahkan pengisapan, pengunyahan, ataupun mendorong makanan ke belakang buat ditelan. Kebanyakan, di umur 4-6 bln, bayi telah menunjukkan tanda-tanda siap mencoba asupan makanan tidak cuma air susu yang merupakan pelengkap (makanan pendamping ASI - MP ASI). Di umur ini system pencernaannya tetap belum matang benar, tapi disekitar umur 6 bln, bayi membutuhkan nutrisi tidak hanya air susu, karenanya di umur ini makanan padat telah sanggup dikenalkan padanya.

Makanan padat ini sebaiknya divariasikan, penuh nutrisi & energi, bertekstur dan amat sangat halus, guna memudahkan si anak buat menelan & mencerna. ASI atau susu formula buat si bayi masihlah mesti diberikan sampai umur kurang lebih 12 bln & senantiasa diberikan sebelum makanan padat.

7-9 bln
Makanan padat telah dapat dikenalkan bersama makanan berstruktur, telah dipotong & lumayan lembut, hindari makanan keras sebab si mungil dapat tersedak, seperti bulatan buah anggur utuh, kacang, atau wortel mentah. Bersama koordinasi mata & tangan yang telah lebih baik, si bayi pun akan menunjukkan minat mencoba makannya sendiri, baik memakai tangannya ataupun memanfaatkan sendok. Janganlah lupa buat senantiasa memberinya air putih.

10-12 bln
Makanan padat kini telah mampu dipotong kasar & sedikit agak besar ukurannya. Bayi di umur ini telah lumayan berani & mandiri buat makan sendiri, dirinya juga telah dapat memilah mana yang mesti dikunyah & mana yang telah sanggup ditelan. Otot bibirnya kini telah lebih kuat & dapat menahan tidak sedikit makanan & cairan di dalam mulut. Dia pula telah dapat menahan area minum & minum sendiri.

1 thn ke atas
Di umur ini, bersamaan nutrisi yang pas, si mungil telah sanggup makan lumayan banyak, kurang lebih 3 menu utama pada jam makan nya & diselingi 2-3 makanan kecil setiap hari. Anak pun telah mampu melatih pergerakan otot mengunyah, memutar, & mempunyai otot rahang yang lebih stabil,serta mengakomodir gerak lidah.

Disaat si mungil beranjak dewasa, kekuatan motorik halusnya berkembang tambah baik & dapat mengendalikan otot mulutnya. Ini ialah proses berkesinambungan yang konsisten terjadi, & dapat berkembang bila dilihat dari caranya berbicara & mengucapkan kata-kata.

Di usia berapa bayi dapat mengunyah?
Adapapun ciri-ciri bahwa si bayi siap mencoba makanan padat antara lain: dirinya telah mampu duduk tegak, mempunyai kendali penuh kepada pergerakan kepala & leher, senantiasa mau menyimpan barang ke dalam mulut, telah dapat mengisap makanan halus dari sendok, tertarik kepada makanan, & tak puas cuma  minum susu.

Tips dalam Menyusui Bayi Dengan Benar

Tips dalam Menyusui Bayi dengan Benar - Menyusui merupakan suatu proses pemberian makanan terhadap bayi dalam bentuk air susu ibu(ASI) yang berasal dari payudara ibu. Jadi maksudnya bukan pemberian ASI melalui botol dot ataupun media lainnya.


Sesudah dilahirkan, bayi dikaruniai refleks menghisap. Refleks ini menciptakan satu orang bayi tidak dengan sadar bakal senantiasa menghisap benda yang dimasukan ke dalam mulutnya. Seandainya yang dimasukan yakni puting payudara tentu saja dia bakal automatic menghisapnya. Fenomena ini pasti amat menguntungkan bagi ibu yang dapat menyusui bayinya tatkala rentang usia 6 bln, sebelum diberikan makanan penambahan pendamping ASI.

Berikut ini adalah tips-tips dalam menyusui bayi dengan benar:

- Peras/pompalah ASI tiap-tiap 3-4 jam sekali dengan cara rutin. cara ini dilakukan supaya produksi ASI konsisten terjaga.
- Pilihlah waktu di mana payudara dalam kondisi paling penuh terisi, rata rata  berlangsung di pagi hari.
- Sebelum memakai alat yang akan dipergunakan haruslah di sterilkan terlebih dahulu. Sebaiknya pakai breast pump elektrik supaya gampang membersihkannya.
- Pilihlah ruangan yang santai & nyaman ketika proses memerah susu berlangsung, area yang idealnya tak menggangu ibu menyusui.
- Jika membersihkan tangan memakai sabun, membersihkan payudara cukup dengan air saja.
- Sebelum mengawali, minumlah segelas air! disarankan minuman hangat supaya menopang menstimulasi payudara.
- Waktu memerah ASI, ibu mesti dalam keadaan rileks. Keadaan psikologis ibu menyusui teramat memastikan kesuksesan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif yaitu aspek psikologis ibu menyusui. Baca Juga: Apa Kelebihan Asi Dibandingkaan Susu Formula
- Simpan ASI perah langsung:
  • dalam kulkas (refrigerator) – diletakkan di pojok belakang rak, bukan di pintu lemari pendingin – ASI perah tahan 2 x 24 jam.
  • dalam termos berisi es, ASI bakal bersi teguh 24 jam.
  • bila disimpan di dalam freezer lemari pendingin 1 pintu, umurnya lebih panjang lagi bisa sampai 2 pekan.
Demikianlah beberapa tips dalam menyusui bayi dengan benar. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua terutama bagi ibu yang sedang menyusui.